TAHUN 1960 - 1975
Aku yang diciptakan dari setetes air yang menjijikkan buah cinta R. Boechari dan Rr Soetjiati merasa sangat bersyukur sampai saat ini aku masih bisa seperti ini.
Sejak keluar rahim ibunda Soetjiati pada tanggal 29 Agustus 1960, orang-orang yang mencintaiku satu persatu dipanggil Allah.SWT, sacara berurutan.
Pertama sebelum aku menikmati bangku sekolah Taman Kakak Kanak Mardisiwi Sumberrejo ayahku telah berpulang, Nenekku menyusul di tahun 1972, satu bulan kemudian tepat di hari serta jam yang sama adik nenek menyusulnya.
Sedang ketika aku kelas 4 di SDN Sumberrejo 1, ibundaku berpulang disiang hari sekitar pukul 14.00 saat aku mendapat giliran memberi makan kambing di sekolahan meninggalkanku menghadap Ilahi.
Sejak keluar rahim ibunda Soetjiati pada tanggal 29 Agustus 1960, orang-orang yang mencintaiku satu persatu dipanggil Allah.SWT, sacara berurutan.
Pertama sebelum aku menikmati bangku sekolah Taman Kakak Kanak Mardisiwi Sumberrejo ayahku telah berpulang, Nenekku menyusul di tahun 1972, satu bulan kemudian tepat di hari serta jam yang sama adik nenek menyusulnya.
Sedang ketika aku kelas 4 di SDN Sumberrejo 1, ibundaku berpulang disiang hari sekitar pukul 14.00 saat aku mendapat giliran memberi makan kambing di sekolahan meninggalkanku menghadap Ilahi.
TAHUN 1976 – 1999
Ditahun pertama aku resmi menjadi warga Surabaya, Budeku (kakak kandung ibu) berpulang ketika aku lulus SD, beliau dimakamkan di pemakaman rangkah Surabaya. Selanjutnya, Ketika aku masih di SLTA, R.Soekartono (Kakak kandung ibuku sekaligus ayah angkatku) berpulang dan beliau dimakamkan di pemakaman Tembok Surabaya.
Sedang pada saat usia pernikahanku memasuki tahun ke 4, Pamamku purnawirawan Letkol Drs.Alam Harjo (mantan Danwing III Kopasgat dan anggota dewan di DPR Gresik) dipanggil Ilahi sekitar pukul 19.00 saat aku masih bekerja di Café Lesehan Surya).
Saat aku menjadi wartawan Nanggala untuk liputan Bojonegoro, Rr. Koesmijati istri R.Soekartono) menyusul dipanggil Allah. Keduanya dimakamkan di Makam Tembok berdampingan dengan Paman Alam Harjo.
Pada Saat aku dirumah menjelang berdirinya Radio Permata DC, kakak kandung mertuaku berpulang dan suaminya menyusul tak jauh waktunya dengan pemilu 2009
Sedang pada saat usia pernikahanku memasuki tahun ke 4, Pamamku purnawirawan Letkol Drs.Alam Harjo (mantan Danwing III Kopasgat dan anggota dewan di DPR Gresik) dipanggil Ilahi sekitar pukul 19.00 saat aku masih bekerja di Café Lesehan Surya).
Saat aku menjadi wartawan Nanggala untuk liputan Bojonegoro, Rr. Koesmijati istri R.Soekartono) menyusul dipanggil Allah. Keduanya dimakamkan di Makam Tembok berdampingan dengan Paman Alam Harjo.
Pada Saat aku dirumah menjelang berdirinya Radio Permata DC, kakak kandung mertuaku berpulang dan suaminya menyusul tak jauh waktunya dengan pemilu 2009