TERIMAKASIH TELAH BERKENAN HADIR DI SITUSKU INI.

Kamis, 09 September 2010

NO TILPUN DARI ADIKNYA
    Aku mendapat no tilpon Munawaroh dari adiknya yang bernama Esti, Sejak aku pindah ke Surabaya tahun 1975, paling tidak 3 atau 4 bulan sekali ketemu Esti yang saat itu masih bocah kecil, dia bertandang kerumahku dengan ibunya, sedang Munawaroh tak pernah ikut.
    No tilpun itu diberikan ke aku di hari Idul fitri. Dia ingin dolan ke rumahku, aku bilang kabari lewat surat dulu, kaan mau ke Surabaya, kalau sudah sampai terminal agar menelepon untuk aku jemput.
    Dari obrolan malam di hari raya fitri itu, setelah Esti memberi nomor telepon barulah Munawaroh datang entah dari mana dan Esti bilang kalau itu nomor telepun tempak kakaknya itu bekerja.
    Setelah aku menerima no tilpun, aku ketemu Esti saat melamar Munawaroh. Dan setelah selesai acara lamaran, aku balik ke teman ku. Esok malam aku kerumahnya lagi dan ngobrol panjang lebar.
    Ketika malam kian larut, aku dan Munawaroh dari ruang tamu pindah duduk di kursi panjang yang ada didepan rumah. Di tempat itu, malam itu… meski aku sudah melamar baru saat itu aku mencium bibirnya untuk yang pertama kali.
    Dihari selanjutnya tiap malam minggu aku menyempatkan datang kerumahnya dan mencari kesampatan bermesraan. Hingga waktu berlakan 1 bulan lebih sedikit aku tak datang lagi hanya berkirim surat karena kesibukanku kegiatan sebagai Satgas Golkar dan aktifitas di Gema MKGR Surabaya.
    Aku yang telah melamar (meminang) Munawaroh belum memberikan kabar ke keluargaku. Pada hari minggu saat aku baru pulang dari kegiatan Golkar dan baru saja melepas sepatu, Munawarohm ibuk dan kakaknya datang.
    Kehadirannya membuat aku kelabakan karena tak ada persiapan juga belum memberi tahu keluarga. Namun akhirnya dalam pertemuan itu disepakati kalau 2 bulan lagi akan datang ke rumahnya untuk menentukan hari pernkahan.
    Karena kedua keluarga sudah tahu tentang hubungan kami, maka aku semakin sering ke Bojonegoro untuk lebih pendekatan sekaligus bermesraan. Saat dia begitu lama aku cium dan ku raba, dia bialng “Begini ini ya mas rasanya bercinta”
    Ucapan itu aku jawab singkat “Iya” dalam hati aku bersyukur dapat calon istri yang belum tersentuh lelaki, Dalam berciuman pun dia kaku tak ada pengalaman. Keadaan itu aku sangat senang karena aku bisa tahu bahwa lelaki pertama memesrainya adalah aku.
    Tepat pada hari yang telah ditentukan, aku dan rombongan keluarga datang ke rumahnya untuk menentukan hari pernikahan. Setelah berunding dan sepakat dua bulan kemudian adalah rari pernikahan (12 Nopember 1975), rombongan keluarga kembali kesurabaya.
    Aku sejak penentuan yang dihariri seluruh keluarga serta pengurus kampung, aku tidak ikut kembali ke Surabaya dan malamnya merupakan malam pertama aku bisa tidur satu ranjang dengan Munawaroh.
    Pertama kali masuk kamar akan tidur…. Dia bingung dan takut namun dipaksakan naik dan tidur membelakangiku, dia mulai aku cumbu….Aku perlakukan begitu dia ketakutan dan keluar kamar masuk di kamar ibunya yang tidur dengan Esti.
    Dari balik dinding bambu, ku dengar ibu nya marah dan bilang… “Itu sudah kewajibpanmu karena kamu sudah diminta, sana kembali lagi ke kamararmu, dia calon suamimu”.
    Aku yang mendapat angin, aku pura pura tidur, dia menyusul dan balik di posisi semula. Maka sejak itu…. Ya begitulah….Namun aku tetap menjaga kegadisannya sampai dua bulan kemudian hubungan kami resmi dunia akhirat.
Munawaroh meski bersedia ku perawani sebelum pernikahan dan pasrahtak ku lakukan. Aku takut tragedi keponakanku terulang. Keponakanku yang sudah melakukan hubungan dan pernikahan tinggal 1 bulan lagi, calon suaminya meninggal akibat kecelakaan. Sementara itu di perut keponakanku telah tumbuh janis.
    al itu jangan terulang ke Munawaroh, kepadanya aku bilang… tak akan aku petik sebelum resmi, tetapi setelah pernikahan berlangsung aku tak perduli kondisnya akan aku minta.

DATA PILIHAN

Situs yang sedang anda kunjungi ini adalah situs yang mengungkap siapa diriku sebenarnya. Pembuatan situs dengan isi data diri ini agar diketahui oleh masyarakat luas pengguna internet dimanapun saja berada dan catatan atau situs ini adalah untuk kenang-kenangan kepada anakku Azizah dari Dusun Badug Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

  PROFILE BAMBANG WA HALAMAN AWAL .