TERIMAKASIH TELAH BERKENAN HADIR DI SITUSKU INI.

Kamis, 09 September 2010

DUA KERIS BERONTAK
DI DALAM LEMARI
    Masih sangat ku ingat, ketika nenek masih ada, di kamar nenek (setelah meninggal kamar hanya digunakan untuk tidur tamu dan biasanya keluarga yang menginap) terdapat 2 keris kembar. Selongsong keris terbuat dari logam warna kuning.
Selongsong keris itu aku tidak tahu emas atau kuningan, yang kuingat selama aku tahu warnanya tidak pernah berubah. Sedang pada tempat pegangan terbungkus kain putih yang mirip selendang hanya dibalutkan saja.
    Setelah nenek meninggal, dua pasang keris itu ber ulah, bila menyimpannya di tidurkan dan tertutup benda (misalnya baju) maka pada malam hari didalam lemari terdengan suara ‘glodag-glodag’. Aku yang mendengar langsung bilang ke bude “De…. Keris dilemari tertimpa baju itu lho”.
    Bu de ku yang mendengar permintaanku, meski ngantuk menuju ke kamar bekas ditempati nenek dan membuka lemari memindah baju yang menimpa keris.
Selama barang yang menimpa keris tidak disingkirkan, maka setiap yang ada dirumahku akan tidur maka dari dalam lemari selalu mengeluarkan suara yang mirip benda hidup minta keluar dari dalam kotak.
    Dua buah keris kembar itu pada akhirnya diminta kakaknya ibu dan dibawa ke Surabaya, katanya untuk dirawat sebab di rumah Sumberrejo tidak ada yang merawat.
Yang aku menyesal sampai saat ini, dibawah keris itu terdapat 4 buah benda mirip selendang dengan terdapat ronce-ronce dari logam warna kuning. Karena aku saat itu masih anak-anak, aku tak tahu benda apa namanya, sering ku curi roncenya ku ambil satu demi satu dengan cara mencabut.
    Satu batang ronce yang ukurannya sekitar 10 cm besarnya hampir sama dengan pentil dan berupa serat logang yang dipilin. Ketika kurarik, menjadi sehelai logam seperti kawat berwarna kuning panjangnya sekitar 2 meter.
    Benda mirip sabuk beronce itu akhirnya kemana aku juga tak tahu. Setelah besar ini baru ku sesali karena benda itu ternyata usianya hampir sama dengan keris dan udeng (ikat kepala). Ada yang mengatakan bahwa benda tersebut merupakan sebuah simbul yang dipakai abdi dalem kerajaan Mataram.
    Bentuk lilitan koncer kuning dan warna tenun pada kain yang terdapat cap dari prada (warna emas) disa ditilik oleh yang melihat bahwa pemakai simbul itu berpangkat apa atau punya wewenang ada di kerajaan Mataram.

DATA PILIHAN

Situs yang sedang anda kunjungi ini adalah situs yang mengungkap siapa diriku sebenarnya. Pembuatan situs dengan isi data diri ini agar diketahui oleh masyarakat luas pengguna internet dimanapun saja berada dan catatan atau situs ini adalah untuk kenang-kenangan kepada anakku Azizah dari Dusun Badug Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

  PROFILE BAMBANG WA HALAMAN AWAL .