TERIMAKASIH TELAH BERKENAN HADIR DI SITUSKU INI.

Kamis, 09 September 2010

MAKAM LELUHUR KU
DARI ABDI DALEM MATARAM (?)
    Ketika aku menetap di Undaan Peneleh gang 6 no 35 Surabaya dan sangat serius mendalami seni teater (drama) baik sebagai pimpinan, pelatih maupun penulis cerita sekaligus sutradara.
    Aku sempat bertanya-tanya, keluargaku dari semua kakaknya ibu tidak ada yang senang berkesenian, kok aku sanang dan sangat gandrung seni (terutama nonton wayang kulit versi Surakarta).
    Pertanyaan yang hanya berputar-putar dari hati ke otak bolak balik, akhirnya ada keluarga (bisa aku panggil Mbak) dia menyanggah pendapatku keliru besar. Dia yang akhirnya biang kalau mau diurut dia itu yang benar aku harus memanggil tante.
    Mbak (Tante) Rum yang tinggal di Jl. Tuban Surabaya saat bertangang ke rumah Undaan Peneleh mengatakan bahwa aku ini ada sumbernya yang menyenangi seni, yaitu entah generasi keberapa diatas ibuku.
    Beliau mengatakan “Kalau kamu ingin tahu siapa dan dari mana asal usulmu (kita) carilah makam yang lokasinya dari arah Bojonegoro ke utara agak ke barat. Kalau ketemu makam dari tumpukan batu bata besar berukuran panjang dikelilingi pohon besar dan banyak burung beterangan. Datangi dan heningkan cipta untuk berdo’a” Ujarnya.
    Beliau menambahkan “Kalau kamu mulai duduk dan semua burung berhenti berkicau serta hanya diam bertengger di dahan proh rindang mengelilingi makam. Juru kunci yang hanya menerima derma dari pengunjung dimakam itu akan sangat bahagia dan menghormatimu” ungkapnya.
    “Karena kejadian bila ada yang berdo’a dimakam itu dan semua burung berhenti berkicau secara tiba serta udara sumilir lembut juga sinar matahari terasa meredup, maka yang datang itu adalah memiliki garis keturunan dari tokoh yang dimakamkan disitu” tambahnya.
    Ucapan Mbak (Tante) Rum di pertegas supaya aku menyempatkan mencari makam itu, namun saat itu aku Cuma bengong mendengar penjelasannya dan aku hanya mengangguk saja. Karena dengan intonasi yang di pertegas juga dikatakan bahwa di makam itu tak ada satupun burung yang berani terbang melintas diatas mekam, kalau ada maka burung itu akan binasa mendadak.
    Belum sempat aku meminta keterangan kira-kira dimana makam itu berada serta siapa nama yang dimakamkan, tiga hari setelah memberitahuku, putri pertamanya (beliau memiliki anak putri semua dan cantik-cantik) datang kerumah sekitar jam 9 pagi mengabarkan bahwa ibunya meninggal dunia secara mendadak.
    Karena hanya mendapat penjelasan yang belum selesai itu, aku terkatung-katung harus kepada siapa bertanya dan apa yang diucapkan almarhum Mbak (Tante) selalu terngiang ditelinga bertahun-tahun lamanya.
    Selama bertahun-tahun pula aku berkhayal membayangkan gambaran tentang makam tua itu. Setelah aku menikah dan Azizah kelas 6 SD, baru aku menemukan seseorang yang menjelaskan sangat detail tentang makam itu.
    Dalam penjelasannya, diungkap kalau tokoh yang dimakamkan disitu dahulunya bentuk wajah dan postur tubuhnya sangat mirip denganku. Beliau janga mengetahui tentang udeng dan bambu hitam yang pernah kulihat saat aku masih kecil secara rinci sekali.
    Figur seperti seseorang yang memberi penjelasan padaku, setelah kucari lebih dari 20 tahun lalu, baru kutemukan dan figur beliau memang yang selama ini kucari. Beliau begitu tahu persis siapa aku. Rasanya dihadapan beliau aku seperti ditelanjangi, tak ada setitikpun yang terlewaktan tentang siapa aku, beliau mengetahui.
    Ingin aku sebetulnya menorehkan nama beliau, namun saat kutulis kalimat ini…. Aku melihat sbayangan sosok beliau memakai baju jenis kain jas warna hitam berlengan pendek memandanku dan mengatkan, ndak usah disebutkan, itu cukup aku saja yang mengetahui.
    Pesannya yang hanya kudengar dalam hati “Kapan-kapan kalau ada rejenik dan kesempatan bisa kesana menyaksikan bagaimana ujut makam itu. Makam itu bebatuan dari bata berwarna merah agak kehitam-hitaman dan ditumbuhi tanaman menyerupai lumut dengan batu nisan besar terbuat dari batu kapur putih yang sekarang kondisinya masih utuh.
    Suasana makam itu masih alami saat ini tetapi sekitar makam sangat bersih dari daun yang berguguran karena daun2 itu disapu angin. Dikatakan beliau juga bahwa juru kunci itu adalah turun temurun dan pertama kali yang jadi juru kunci adalah sahabat dekat tokoh yang dimakamkan disitu, di gantikan putranya dan ke putaranya hingga sekarang.

DATA PILIHAN

Situs yang sedang anda kunjungi ini adalah situs yang mengungkap siapa diriku sebenarnya. Pembuatan situs dengan isi data diri ini agar diketahui oleh masyarakat luas pengguna internet dimanapun saja berada dan catatan atau situs ini adalah untuk kenang-kenangan kepada anakku Azizah dari Dusun Badug Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

  PROFILE BAMBANG WA HALAMAN AWAL .