KISAH PERCINTAANKU
uatu saat aku tiba-tiba ingan no telp tempat kerja seorang gadis bernama Munawaroh, Iseng-iseng aku mencoba untuk menelepon dan kebetulan dia sendiri yang menerima. Sejak pertama kontak telepon itu, keterusan sampai 2 minggu tiap siang dia ku telepon.alam telepon aku sempat bilang, “Dik, kamu aku jadikan istri aku ya”, jawabnya….”Mas ini kok aneh masak habis dengan adiknya sekarang kakaknya”. Akupun bilang, aku suka kamu di, aku ingin kamu jadi istri aku”
capan itu baru dua hari dijawab “Mas apa tidak salah, aku ini orang bodoh masak pantes jadi istri ma” Akupun bilang, enggak karena dihadapan Allah bukan kepandaian yang dinilai tetapi keimanan.
Atas ucapan itu, dia bilang “Mas kalau memang serius, mas datang kerumah manta ke orang tuaku untukmenjadiakn aku istri mas” Aku bilang “OK, adik keluarlah dari kerjaan dan ayo pulang, adik aku lamar”
ua hari seletah telepon itu, pagi-pagi aku langsung ke stasiun pasar turi untuk ke Bojonegoro, di stasiun aq semula mau telepon dan kluarkan uang koin untuk telp Munawaroh.
Belum sampai uang koin ku masukkan, ada cewek dateng langsung menggelandang tanganku dan bilang udah dibelikan karcis. Ternyata gadis itu Munawaroh. Dan keponakannya bernama Narti.
i stasiun itu aku kaget juga, dia membawa 2 tas dan 2 barang cukup berat di dalam kardus tempat mie goreng. Aku disuruh bawa kardus…Berat juga, tetapi aku tak berani tanya isinya apa.
elama perjalanan, mataku selalu mencuri-curi pandang memperhatikan dia rari wajah, tangan sampai kakinya dan dalam hati aku berkata “Ya Allah…. Inikah yang engkau berikan kepada ku untuk mendamipingi hidupku sebagai istri”
ku mencuri-curi pandang, karena sebetulnya hari itu aku bertemu dia ke dua kali sejak idul fitri. Di saat idul fitri, aku ketemu dia tidak lebih dari 5 menit di rumahnya. Pertemuan singkat iru merupakan awal pertemuan sejak lebih dari 18 tahun bertemu dia.
idalam kereta, aku baru baru tahu bahwa hari itu dia mengundurkan diri dari kerjanya dan pulang kampung karena aku meminta keluar kerja.
Singkatnya, setelah sore usai mahrib aku mmendatangi rumahnya (aku menginap dirumah temanku). Malam itu secara resmi aku meminta ke orang tuanya dengan disaksikan keluarga dan beberapa tetangga dekat