SEJARAH NAMA ANAKKU
AZIZAH
Sejak istriku mengandung 3 bulan, aku telah menyiapkan nama Tori Qodiriyah Naqsa dengan panggilan Ria (untuk nama wanita, sedang nama laki-laki sama sekali aku tidak menyediakan). Anakku memakai nama Tori Qodiriyah Naqsa hingga beberapa bulan sampai bisa berdiri.
aat berkunjung ke Pondok Pesantren Suryalaya Inabah 19 Surabaya, nama putriku diganti oleh Ustat KH Muhammad Ali Hanafiah (sekarang beliau memimpin Ponpes Suryalaya wilayah Indonesia Timur).
ku saat itu memang sengaja mengajak istri dan putri tunggalku ke Pondok Pesantren Suryalaya Inabah 19 saat itu, nama putriku di ganti Azizah oleh KH Muhammad Ali Hanafiah. aat aku memilih dan menulis nama untuk anakku yang masih didalam kandungan Munawaroh istriku dengan nama Tori Qodiriyah Naqsa karena aku mengikuti pondok Suryayala.
ori Qodiriyah Naqsa adalah aku ambil dari Aliran Toreqat Qodiriyyah wan Naqshabandiyyah yang dianut Pomdok Pesantren Suryalaya pompinan KH Sohibulwafa Tajul Arifien (Abah Anom) di Desa Pager Agung Tanjungkerta Tasikmalaya Jawa Barat.
aat berkunjung ke Pondok Pesantren Suryalaya Inabah 19 Surabaya, nama putriku diganti oleh Ustat KH Muhammad Ali Hanafiah (sekarang beliau memimpin Ponpes Suryalaya wilayah Indonesia Timur).
ku saat itu memang sengaja mengajak istri dan putri tunggalku ke Pondok Pesantren Suryalaya Inabah 19 saat itu, nama putriku di ganti Azizah oleh KH Muhammad Ali Hanafiah. aat aku memilih dan menulis nama untuk anakku yang masih didalam kandungan Munawaroh istriku dengan nama Tori Qodiriyah Naqsa karena aku mengikuti pondok Suryayala.
ori Qodiriyah Naqsa adalah aku ambil dari Aliran Toreqat Qodiriyyah wan Naqshabandiyyah yang dianut Pomdok Pesantren Suryalaya pompinan KH Sohibulwafa Tajul Arifien (Abah Anom) di Desa Pager Agung Tanjungkerta Tasikmalaya Jawa Barat.