AZIZAH ANAKKU YANG SOLEH
Lahir Saat Gema Azan Berkumandang
Lahir Saat Gema Azan Berkumandang
Pada tanggal 12 Nopember 1975 pukul 10.10 wib Munawaroh resmi menjadi istri ku, 12 jam kedepan dia menyerahkan tubuhnya seutuhnya dan sempat menangis memelukku karena bisa mempersembahkan miliknya yang masih murni di hari yang tepat.
Sebelum aku petik, setelah menuaikan kewajiban sholat isa’ dia kusuruh menambah 2 roka’at dan memohon kepada Alloh apa yang akan dilakukan nanti selepas sholat akan menurunkan seorang anak yang soleh.
Setelah dia menyatakan siap mempersembahkan miliknya paaku, dia ku suruh membaca fatekah 3X yang hanya dibatin. Kalau sudah selesai agar memberi kode meremas tanganku.
ode yang diberikan telah aku rasakan, dengan mengucap bismilah ku lanjutkan Fatekah, selesai Fatekah langsung ku petik miliknya dan dibulan ke dua dari tanggal pernikahan, sepulang dari Puskesmas istriku langsung memelukku menangis bahagia karena dia hamil.
ada tanggal 23 September 1996 bersamaan berkumandangnya gema azan di penjuru Sumberrejo, ku lihat bayi mungil keluar dari rahi istriku dan menangis. Melihat itu… aku meneteskan air mata rasa syukur aku telah sempurna karena memiliki seorang istri dan sejak saat itu aku menjadi seorang bapak dari anak yang dikandung istriku.
Sebelum aku petik, setelah menuaikan kewajiban sholat isa’ dia kusuruh menambah 2 roka’at dan memohon kepada Alloh apa yang akan dilakukan nanti selepas sholat akan menurunkan seorang anak yang soleh.
Setelah dia menyatakan siap mempersembahkan miliknya paaku, dia ku suruh membaca fatekah 3X yang hanya dibatin. Kalau sudah selesai agar memberi kode meremas tanganku.
ode yang diberikan telah aku rasakan, dengan mengucap bismilah ku lanjutkan Fatekah, selesai Fatekah langsung ku petik miliknya dan dibulan ke dua dari tanggal pernikahan, sepulang dari Puskesmas istriku langsung memelukku menangis bahagia karena dia hamil.
ada tanggal 23 September 1996 bersamaan berkumandangnya gema azan di penjuru Sumberrejo, ku lihat bayi mungil keluar dari rahi istriku dan menangis. Melihat itu… aku meneteskan air mata rasa syukur aku telah sempurna karena memiliki seorang istri dan sejak saat itu aku menjadi seorang bapak dari anak yang dikandung istriku.