BAYANG BAYANG MENAKUTKAN
Dalam hidupku, ancaman senjata berupa celurit dan pistol serta spatu lars seperti aku masih ‘gentayangan’ tak jarang pulang dihadang celurit dan suatu saat dipanggil ke Koramil yang saat itu kondisinya ibarat ‘jamo moro jalmo mati’ tak ada keramahan seperti sekarang. Itu ketakutanku dulu dan masa telah terlewati.
Sekarang........ ketakutanku bukan itu..... dalam hati aku terbisik kata ‘”Matiku bukan karena celurit atau pistol, tetapi matiku karena atas kehendak-Nya” Alhamdullillah, dengan amalan zikir yang kuperoleh dari Pondok Pesantren Suryalaya.... aku tak seperti dahulu lagi.
Katakutan aku (tepatnya was-was dan ini wajar karena aku sebagai manusia biasa yang tak memiliki sertifikat masuk surga), usiaku yang kian uzur.... ekonomi yang compang camping......semoga anakku Azizah bisa hidup layak dan taat dalam menjalankan ibadah mengingat yang memberi nama pada anakku adalah seorang ulama besar.
Mungkin seperti perasaan orang lain, jika aku ‘kembali kepada sang Maha Esa’ dan meninggalkan semuanya yang kucintai, semoga anakku bisa hidup tanpa kekurangan apapun dan tetap dalam jalan yang diridhoi Allah.SWT.
Sekarang........ ketakutanku bukan itu..... dalam hati aku terbisik kata ‘”Matiku bukan karena celurit atau pistol, tetapi matiku karena atas kehendak-Nya” Alhamdullillah, dengan amalan zikir yang kuperoleh dari Pondok Pesantren Suryalaya.... aku tak seperti dahulu lagi.
Katakutan aku (tepatnya was-was dan ini wajar karena aku sebagai manusia biasa yang tak memiliki sertifikat masuk surga), usiaku yang kian uzur.... ekonomi yang compang camping......semoga anakku Azizah bisa hidup layak dan taat dalam menjalankan ibadah mengingat yang memberi nama pada anakku adalah seorang ulama besar.
Mungkin seperti perasaan orang lain, jika aku ‘kembali kepada sang Maha Esa’ dan meninggalkan semuanya yang kucintai, semoga anakku bisa hidup tanpa kekurangan apapun dan tetap dalam jalan yang diridhoi Allah.SWT.