TERIMAKASIH TELAH BERKENAN HADIR DI SITUSKU INI.

Kamis, 14 Mei 2009

DERAP LANGKAH
KAKI DAN KEHIDUPANKU
    Menurut cerita yang masih ku ingat, Ayahku yang bernama R. Bukhari kelahiran dari Ramgkas Bitung Jawa Barat. Bertemu Ibuku yang bernama Rr Soetjiati di Ngimbang Kabupaten Lamongan.
    Hal itu karena ibuku ikut kakaknya tertua yang menikah dengan R Soetadji. Rumah itu sendiri sekarang telah dijual dan 14 tahun lalu tidak ada perubahan ketika aku diajak bertandang kesana pada tahun 1972. Rumah itu dekat dengan masjid yang ada 2 tempat mandi berupa sendang dibawah pohon beringin.
    Aku yang anak tunggal, sejak belum sekolah telah ditinggalkan bapak, demikian dengan Nenek juga meninggalkan aku ketika di tahun 1972 dan masih aku ingat meninggalnya hari rabu pon,
Sementara itu, ibuku berpulang kepangkuan Ilahi ketika aku masih duduk di bangku klas 4 SD, sehingga aku hanya tinggal bersama bude (kakak ibuku). Pada waktu naik kelas 6, aku meninggalkan SDN I Sumberrejo dan melanjutkan di SND I Sulung Surabaya (1975).
    SLTP aku melanjutkan di 45 yang sekarang bangunannya telah hilang berganti komplek pertokoan di timurnya Pasar Turi. SLTA di 45 juga berada di Jojoran gang I dan di jenjang perguruan tinggi, aku ku tempuh di tahun 1983 juga di Jojoran. Di Universitas Tri Tunggal aku menekuni di Fakultas hukum.
    Saat aku kuliah, aku sangat akrab dengan rekan sekampus yang berada di FKIP jurusan Asdrafi. Hal itu karena diluar kediasan study. Aku menggeluti seni drama di teater Rakyat 21 Surabaya.
    Teater Bara Lilin Surabaya ku dirikan dan di tahun 1982 berhasil menggondol juara ke 5 group terbaik lomba drama lima kota dan arktris terbaik ke 2 diraih Emi Maksusiah yang di Teater Bara Lilin posisinya menjadi wakilku.
    Selain mendirikan Group teater Bara Lilin Surabaya. Group teater yang pernah aku latih adalah Teater 13, teater, Teater Pesapen 1, Teater SMEA Pawiyatan, SMEA Bina Putra, STM Pembangunan, SCM (Surabaya Minggu Club), Sanggar Netral pimpinan almarhum Yayak Dermawan Jaya. Juga teater Johar Surabaya.
Di Sandradekta Surabaya pimpinan FA Jujur Bachtiar posisiku sebagai Litbang. Beberapa sekolah lain yang pernah aku latih seni drama khusus untuk perpisahan diantaranya SMA Tri Sila.
    Dalam kehidupanku saat itu, statusku selain menjadi mahasiswa FH universitas Tri Tunggal, menjadi pimpinan group terater, pelatih drama dibeberapa group juga menjadi wartawan Mingguan Berita Surabaya Minggu yang aku awali tahun 1983.
    Sebelum aku menjajdi wartawan Mingguan Berita Surabaya Minggu, telah merintis turut mengisi berita di Jawa Pos (1 kliping tulisanku di Jawa Pos sampai saat ini masih tersimpan) demikian juga ketika bergabung di Surabaya Minggu juga masih aku simpan.
    Kegiatan lainnya diluar study, seni dan wartawan, aku masih sempat menjadi pengurus RT 7 Undaan Peneleh sekaligus menjadi anggota Komlur (Komisaris Kelurahan) Golkar Kelurahan Peneleh, pengurus Karang Taruna dan AMPI Kecamatan Genteng Surabaya.
Sedang di Tingkat Kota Surabaya, aku menempeti posisi sebagai Ketua Biro Humas Gema MKGR Kota Surabaya Pimpinan Yatmari.
    Di dunia entertainment dan showbiz, yang sempat aku ikuti adalah Kencana Pro Entertainment (aku pimpinannya), di Kelompok Kerja Realita dan di Prima Modelling posisiku di Penasehat).
    Awal adanya Satgas Golkar, aku tercatat aktif sebagai anggota Satgas Golkar Surabaya dan ramputku paling gondrong diantara Satgas Golkar lainnya). Di AMPI Kota Surabaya aku termasuk akif,
    Namun sejak teman ku (Frans Adi Lolangion) meninggal, aku langsung tidak aktif di AMPI dan kualihkan waktu untuk membina teater karang taruna di Beringin Trosobo Sidoarjo sekaligus joint membuka sablon dengan Sugeng di komplek perumahan TNI AD Beringin tersebut.
    Di tahun 1995. Semua lembaran kehidupan seni, politik dan jurnalis maupun Entertainment aku tutup total dan aku kembali hidup di Sumberrejo Bojonegoro Setelah aku mempersunting Munarawoh.
    Sejak aku menikah jam 10.10 hari Minggu 12 Nopember 1995, ku habiskan selama 2 tahun dirumah membuka meracang (belum layak kalau aku toko) juga sambilannya membuka service radio dengan bayaran sukarela.
    Lahirnya putriku Azizah pukul 16.00 23 September 1996 membuat perekonomianku semakin berantakan karena disusul adanya krisis moneter. Akibatnya aku kembali ke Surabaya.
    Di Surabaya aku ikut putra dari kakak ibuku di caffe lesehan Surya yang buka tiap mlam di trotoar jl Sedepmalem Surabaya (samping Taman Surya). Saat bekerja di lesehan Surya, anakku Azizah mengalami sakit dan opname di RSU Bojonegoro selama 3 hari, saat aku pulang libur kerja ( 1 bulan liburku 3 hari).
    Perjalanan berikutnya awal diberlakukan UU Pers , aku kembali ke duniaku yang lama. Aku menjadi wartawan tabloid Nanggala terbit dari Bangkalan. Saat aku di Tabloid Nanggala.
    Dikala Pemilu berlangsung aku dipercaya oleh Bambang Sulistomo (putra almarhum Bung Tomo juga besannya Megawati Soekarno Putri) untuk menjadi pengawas seluruh TPS dari Partai Padi.
    Aku mengenal Bambang Sulistomo karena sebelumnya aku dan mas Bambang berasal dari Golkar). Selanjutnya masih di Bangkalan Aku dan rekan rekan mendirikan tabloid Detektif.
    Dari Bangkalan aku pindah ke Blitar bersama rekan rekan mendirikan media. Setelah 6 tahun aku geluti media di Blitar, aku kembali pulang kampung dan bersama-sama rekan kampung mendirikan Radio Permata DC FM freq 104.4 Mhz
    Radio itu sekarang berubah kepemilikan dan namnya diganti Maksi FM dengan gelombang yang sama dan lokasi masih di Sumberrejo Bojonegoro setelah aku tinggalkan ke Kediri.
    Di kediri aku sengaja didatangkan oleh Irfan Pemimpin Redaksi Koran Hapra Indonesia di Jl. Tunggulwulung. Setelah pindah kantor di Jl Imam Bonjol 123 Kediri Pimpinan redaksi dipegang oleh Lalu Bukran Umar.
    Di koran Hapra Indonesia aku dengan posisi redaktur, mendirikan media internet Jatimnet antara Koran Hapra Indonesia dan Jatimnet melangkah di jalur berbeda.
    Koran Hapra berada di jalur tinta (media cetak) dan Jatimnet berada dijalur tanpa tinta (media internet). Memski beda jalur dan melangkah sendiri, namun selalu beriringan dan tak bisa dipisahkan.
    Hal ini karena antara Koran Hapra dan Jatimnet ibarat seorang bapak dengan putranya. Untuk Kantor redaksi Jatimnet, alamatnya juga di Jl Imam Bonjol 123 Kediri.

DATA PILIHAN

Situs yang sedang anda kunjungi ini adalah situs yang mengungkap siapa diriku sebenarnya. Pembuatan situs dengan isi data diri ini agar diketahui oleh masyarakat luas pengguna internet dimanapun saja berada dan catatan atau situs ini adalah untuk kenang-kenangan kepada anakku Azizah dari Dusun Badug Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

  PROFILE BAMBANG WA HALAMAN AWAL .